Animo pecinta motor lawas 4T di kota mangga Indramayu memang nggak kalah dengan wilayah lain. Banyak karya menarik yang sukses ditampilkan fanatismenya, termasuk Fahrul Jahri yang lebih memilih CB100 miliknya sebagai sarana modifikasi hingga yang meliriknya pun bikin iri.

“Awalnya main restorasi ori om, namun sekarang lebih memilih tampil modis dengan tidak menghilangkan aura classicnya sebagai identitas kami menjadi penggemar sport legend keluaran sayap tunggal,”kenang pria berdomisili di Sindang, Indramayu.
Hal tersebut dibuktikan saat fuel tank khas bersama kedua fendernya mulus direpaint bareng warna elegant coklat, serasi dengan kinclongisasi di sektor jantung pacu, usai meremajakan material jok, disertai templokan custom headlamp maupun stoplamp eks Honda Monkey.

Buat variasinya, Fahrul Jahri kemudian mengusung kemudi Daytona, sudah dilengkapi handle sekaligus master rem RCB . Sedangkan handgrip comot Kawasaki Ninja, begitu juga switch Ninja RR serta kedua spion demi memudahkan aksi riding safetynya.

“Untuk undercarriage mengandalkan set velg TK berpelumat aspal Pirelli om. Penyetopnya berganti custom kumis dengan kaliper Tokico, mendampingi bottom Ninja RR agar serasi bareng suspensi Showa yang nangkring diatas lengan ayun Kaze,”ucap pemakai knalpot GL Pro. /MS
Data Modifikasi:
Stang: Daytona, Handle: RCB, Handgrip: Ninja, Spion: Variasi, Voltmeter: Koso, Gas Spontan: Ninja RR, Spidometer: GPX-01, Pelek: TK, Ban: Pirelli Diablo, Shock: Ninja RR, Suspensi: Showa, Kaliper: Tokico, Headlamp: Custom, Stoplamp: Monkey, Modifikator: CB Calo, Sudimampir-Balongan (Indramayu)





