Arai Agaska berhasil meraih podium pertama kejuaraan dunia R3 BLU CRU World Cup yang sudah dinantikan dan akhirnya terwujud saat melakoni seri 4 di sirkuit Balaton Park Hungaria (25-27/7) usai pembalap binaan Yamaha Racing Indonesia tersebut tampil brilian dalam dua race di trek yang sebelumnya tidak pernah dijajalnya.
Bersama Yamaha R3, Arai Agaska finish pertama di race 1 (Sabtu) dengan bersaing sengit bareng Alessandro Di Persio (Italia) dan Teppei Kugawa (Jepang). Arai Agaska unggul tipis 0.023 detik dari pemuncak klasemen sementara Alessandro Di Persio. Pada race 2 (Minggu), perlawanan ketat diberikan Arai Agaska yang sempat berada di posisi terdepan, sampai akhirnya finish ke-2 berjarak 0,147 detik dengan Alessandro Di Persio.
Perubahan hasil signifikan itu terjadi berkat strategi yang diterapkan di Hungaria, dengan melihat data telemetri race tiga seri sebelumnya termasuk result di Donington Park Inggris dimana dia jatuh karena insiden dengan pembalap lain sehingga finish ke-14. Evaluasi pun dilakukan, salah satu yang diterapkan adalah Arai Agaska tidak perlu tergesa-gesa memberikan perlawanan dengan pembalap-pembalap di grup terdepan.
Selain menjaga kondisi ban motor, juga agar para pembalap lain yang di belakang tidak ikut rombongan terdepan, jadi Arai Agaska bisa menghindari kemungkinan crash. Lalu menuju lap-lap terakhir, dirinya tampil lebih agresif hingga tidak terkejar lagi untuk mengamankan podium, berada di posisi 1 dan 2 race Hungaria.
Dari hasil round 4, pembalap asal Nusa Tenggara Barat itu kini posisinya naik ke peringkat 3 klasemen sementara mengumpulkan 106 poin. Masih tersisa dua seri di Motorland Aragon Spanyol (26-28 September) dan Estoril Portugal (10-12 Oktober), Arai Agaska akan berupaya maksimal merebut kemenangan race lagi.
Wahyu Rusmayadi, Manager Motorsport PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) mengatakan, kemenangan di Hungaria ini adalah titik balik dan perubahan strategi setelah diskusi yang dilakukan tim dan pembalap, juga melakukan simulasi race untuk mendapatkan result memuaskan. Ini juga merupakan keberhasilan edukasi Yamaha Racing Indonesia, bahwa pembibitan pembalap dapat menghasilkan prestasi mendunia. /Akbar




