Musim liburan dan akhir pekan kerap dimanfaatkan para pencinta otomotif untuk melakukan perjalanan jarak jauh alias touring menggunakan sepeda motor. Berbagai persiapan pun biasanya dilakukan, mulai dari memastikan kondisi mesin, oli, ban, sistem pengereman dalam keadaan prima dan nggak kalah penting yakni kesiapan fisik dan mental pengendara.
Touring dengan durasi dan jarak tempuh yang panjang membutuhkan stamina, konsentrasi, refleks, serta kondisi tubuh yang tetap prima.
Pengendara yang memaksakan diri berkendara ketika tubuh dalam kondisi lelah, mengantuk, atau kurang fit berisiko mengalami penurunan konsentrasi dan keterlambatan dalam merespons situasi di jalan.
“Kondisi sepeda motor yang prima perlu didukung kesiapan fisik pengendara agar perjalanan tetap aman dan nyaman. Ketika tubuh mulai lelah atau mengantuk, kemampuan untuk berkonsentrasi dan mengambil keputusan dengan cepat dapat menurun. Persiapan fisik merupakan bagian penting sebelum melakukan perjalanan jauh,”ujar Ludhy Kusuma selaku Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora.
Berikut tiga hal penting yang perlu diperhatikan sebelum dan selama melakukan touring:
1. Pastikan Tubuh Mendapat Istirahat yang Cukup
Persiapan fisik sebaiknya dimulai sejak malam sebelum keberangkatan. Pengendara perlu memastikan tubuh mendapatkan waktu tidur yang cukup dan berkualitas, serta menghindari begadang sebelum melakukan perjalanan jauh.
Kurang tidur dapat menurunkan kewaspadaan, konsentrasi, dan kemampuan tubuh dalam merespons kondisi yang berubah dengan cepat di jalan. Jangan memaksakan diri berangkat apabila kondisi tubuh belum cukup istirahat.
2. Jaga Asupan Makanan dan Cairan Tubuh
Asupan makanan dan minuman juga berperan penting dalam menjaga stamina selama touring. Sebelum berangkat, pilih makanan dengan gizi seimbang dan porsi yang cukup untuk menunjang energi selama perjalanan.
Hindari makan terlalu banyak atau terlalu berat sebelum berkendara karena dapat membuat tubuh terasa tidak nyaman dan memicu rasa kantuk. Selain itu, pastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi dengan minum air secara berkala, terutama ketika berkendara dalam cuaca panas.
3. Kenali dan Jangan Abaikan Tanda-Tanda Kelelahan
Pengendara perlu peka terhadap sinyal yang diberikan tubuh. Mata mulai terasa berat, sering menguap, sulit berkonsentrasi, tubuh terasa pegal, atau respons mulai melambat merupakan tanda bahwa tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat.
Jika tanda-tanda tersebut mulai muncul, segera cari tempat berhenti yang aman dan manfaatkan waktu untuk beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Selain itu, pengendara juga sebaiknya melakukan perjalanan dengan ritme yang nyaman dan tidak menjadikan target waktu sebagai alasan untuk mengabaikan kondisi tubuh.
Melalui edukasi keselamatan berkendara ini, para pecinta touring dan komunitas sepeda motor diharapkan semakin memahami bahwa persiapan perjalanan tidak hanya berhenti pada kondisi kendaraan.
Dengan sepeda motor yang prima dan kondisi tubuh yang siap, setiap perjalanan jauh dapat dinikmati dengan lebih aman sekaligus tetap menghargai keselamatan seluruh pengguna jalan. Mari jadikan #Cari_Aman sebagai bagian dari setiap perjalanan, dengan memastikan kendaraan dan pengendara sama-sama dalam kondisi prima.

