Sistem pengereman menjadi salah satu bagian penting pada sepeda motor yang perlu selalu dipastikan kondisinya. Karena itu, ketika terdengar suara tidak biasa seperti decitan, gesekan kasar, atau bunyi berdecit dari area roda saat tuas rem digunakan, sebaiknya jangan langsung diabaikan.
Suara yang muncul pada bagian pengereman bisa menjadi tanda adanya kotoran, keausan, hingga kondisi komponen yang perlu diperiksa. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat mempengaruhi kinerja pengereman dan tentunya berisiko terhadap keselamatan saat berkendara.
Jamroni, Training Facilitator PT Daya Adicipta Motora (DAM), mengatakan
jika suara pada rem muncul bisa karena beberapa faktor, mulai dari kampas rem yang sudah menipis, adanya debu atau kotoran, hingga kondisi piringan cakram dan kondisi minyak rem serta penyetelan rem yang harus diperhatikan, sekaligus segera dilakukan pemeriksaan agar penyebabnya bisa diketahui.
Agar tetap #Cari_Aman di jalan, berikut beberapa bagian yang bisa diperhatikan ketika rem motor mulai mengeluarkan suara tidak normal:
1.Periksa Kondisi Kampas Rem
Kampas rem yang sudah menipis atau mendekati batas pemakaian dapat menimbulkan suara saat bergesekan dengan piringan cakram. Pastikan kondisi kampas diperiksa secara berkala dan segera lakukan penggantian apabila sudah aus.
2.Perhatikan Kondisi Kampas Rem
Selain karena keausan, kampas rem yang permukaannya sudah mengeras juga dapat menimbulkan suara decitan saat digunakan. Penggunaan kampas rem yang sesuai dengan spesifikasi sepeda motor juga penting untuk menjaga performa pengereman.
3.Cek Kebersihan Area Rem
Debu, lumpur, maupun kerikil kecil yang masuk ke area kampas dan piringan cakram dapat menyebabkan suara gesekan. Menjaga kebersihan area pengereman menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan.
4.Periksa Kondisi Piringan Cakram
Piringan cakram yang sudah aus atau permukaannya tidak rata dapat menyebabkan gesekan yang tidak normal ketika roda berputar. Jika menemukan kondisi tersebut, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut.
5.Perhatikan Kondisi Minyak Rem
Pada sistem rem cakram, kondisi minyak rem juga perlu diperhatikan. Pastikan volumenya berada pada batas yang sesuai dan tidak terdapat kebocoran pada sistem pengereman. Minyak rem juga sebaiknya diganti secara berkala, yaitu setiap 2 tahun atau 24.000 km, sesuai rekomendasi perawatan sepeda motor. Penggantian secara berkala membantu menjaga kualitas minyak rem sehingga kinerja dan respons pengereman tetap optimal.
6.Untuk Rem Tromol, Perhatikan Bagian Dalam Tromol
Pada sepeda motor yang menggunakan rem tromol, debu kampas yang menumpuk di dalam tromol dapat menjadi salah satu penyebab munculnya suara saat rem digunakan. Pemeriksaan dan pembersihan secara berkala diperlukan untuk menjaga kinerja pengereman.
7.Pastikan Jarak Main Bebas Handle Rem Sesuai
Pada rem tromol, jarak main bebas handle rem juga perlu diperhatikan. Jarak main bebas yang terlalu jauh dapat membuat pengereman kurang optimal, sementara penyetelan yang terlalu rapat dapat menyebabkan kampas terus bergesekan dengan tromol. Karena itu, pastikan penyetelan dilakukan sesuai standar sepeda motor.
8.Pastikan Kaliper dan Piston Rem Bekerja dengan Baik
Pada sistem rem cakram, kaliper dan piston berperan dalam menggerakkan kampas rem. Jika terdapat kotoran atau piston mengalami gangguan, kampas dapat terus bergesekan dengan piringan dan menimbulkan suara saat motor berjalan.
Jika menemukan suara yang tidak biasa dari sistem pengereman, pengendara dapat melakukan pemeriksaan di bengkel AHASS agar kondisi komponen dapat ditangani oleh teknisi yang sesuai dengan standar Honda. Pemeriksaan secara berkala juga penting dilakukan untuk memastikan seluruh komponen pengereman tetap dalam kondisi optimal.


