Demam modif negeri philipines bareng identitas suspensi rendah atau yang ngehits disebut trend stance diakui Asdex bukan sesuatu yang baru. Baginya banyak kemiripipan antara modif tersebut dengan yang pernah dilakoninya sebagai ceperis, khususnya di sektor undercarriage yang menjadi benang merah kedua modifikasi ini.

“Bagi gua, stance secara keseluruhan lebih menampilkan gaya elegant di area uniform. Sementara ceper indo style tidak terbatas. So, tinggal downgrade seputar teknik renovasi, berikut atribut aseso agar temanya lebih pas sesuai gaya inti stance yang kumau,”ujar pria asal Cipinang, Jakarta Timur saat menunjukan repaint polos kuning favoritnya di bantu skuad Lause Nangte Garage.

Biar nggak monoton, dek tengah Mio bersurat 2011 tetap mempertahankan black colour, diselingi warna silver yang semuanya diproses melalui bahan Sikken. Selain cukup mengganti lapisan jok polos berlogokan Nanthong, behel turut disolek blink blink menemani custom baut dadu hingga menancapkan spion variasi, gas spontan active, saklar maupun handgrip Nitex.

“Oh ya, buat stabilizer gua mempercayakan produk Ohlins. Sementara speedomoternya sudah berganti digital bareng voltmeter Modish yang dilanjutkan bareng peremajaan kedua roda yang kini trendi menerapkan pelek Daytona gold krom berkolabs karet Duro,”sahut Asdex.

Tahap terakhir jelas merubah tampilan suspensi lebih rendah alias ceper. Teknik ambles dilakoni doi mungganakan DCR shock untuk depan dilengkapi disk Nissin berkaliper Brembo. Sedangkan buritannya diseimbangkan bareng ajrtutan Scarlet yang sudah dipotong per nya, berikut pantengan Daeng muffler yang membuatnya lebih maksimal. /Legion
Data Modifikasi:
Cat: Sikken, Jok: Nathong, Handgrip: Nitex, Handle: Variasi, Stabilizer: Ohlins, Gas Spontan: Active, Pelek: Daytona, Ban: Duro, Cakram: Nissin, Kaliper: Brembo, Shockbreaker: DCR, Suspensi: Scarlet, Spidometer: Koso, Air Filter: K&N, Knalpot: Daeng, Modifikator: Lause Nangte Garage, Pulau Gebang, Cakung-Jaktim.




