Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi, PT Astra Honda Motor (AHM) bersama PT Daya Adicipta Motora (DAM) kembali menghadirkan program “Astra Honda Berbagi Ilmu” yang kali ini diselenggarakan di SMK Teknologi Karawang, 23 April 2026 dengan diikuti oleh 180 siswa dari berbagai jurusan, seperti Teknik Sepeda Motor Honda, Teknik Logistik, serta Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi.
Program ini menjadi salah satu langkah strategis AHM dan DAM dalam memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. Para siswa mendapatkan pembekalan mengenai perkembangan teknologi sepeda motor Honda sekaligus pemahaman tentang budaya kerja profesional di industri otomotif, sehingga diharapkan mampu mempersiapkan diri lebih baik dalam menghadapi dunia kerja.
Selain materi teknis, kegiatan ini juga menghadirkan sesi motivasi yang bertujuan untuk membangun kepercayaan diri serta semangat belajar para siswa. Melalui interaksi langsung dengan praktisi industri, para peserta didorong untuk terus mengembangkan kompetensi, baik dari sisi teknis maupun soft skill yang menjadi bekal penting di masa depan.
Technical Development Department Head DAM, Yudi Heriyadi, menyampaikan jika kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi. “Melalui program Astra Honda Berbagi Ilmu, kami ingin memberikan akses pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri, sekaligus mempersiapkan siswa agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan dunia kerja,”ujarnya.
Ia menambahkan, program ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan teknologi terbaru sepeda motor Honda kepada siswa SMK yang menerapkan kurikulum Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) Astra Honda. Materi yang diberikan mencakup pengenalan produk, fitur unggulan, hingga tips perawatan sepeda motor yang disampaikan langsung oleh tim AHM.
Saat ini, sebanyak 135 SMK di wilayah Jawa Barat telah menjalin kerja sama dengan AHM dan DAM sebagai sekolah binaan Astra Honda. Kolaborasi ini tidak hanya mencakup penerapan kurikulum, tetapi juga berbagai program pengembangan seperti pelatihan dan uji kompetensi bagi guru dan siswa. Bahkan, bagi SMK yang telah berstatus TUK atau bersertifikasi A+, pelaksanaan uji kompetensi dapat dilakukan secara mandiri.

