Masyarakat pengguna kendaraan baik roda dua atau lebih, bahkan untuk jalur provinsi yang kerap dilewati beberapa kendaraan besar seperti bus, truk, tangki dan lainnya harus memahi begitu pentingnya mengedepankan keselamatan dalam berkendara.
Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora (DAM), Ludhy Kusuma menjelaskan bagaimana etika berkendara yang baik dan benar agar selalu #Cari_Aman di di jalan raya serta mematuhi peraturan rambu-rambu lalu lintas, khususnya saat menyalip kendaraan yang lebih besar seperti truk, bus dan lainnya.
- Awali dengan menyalakan lampu sein kanan dan atur jarak yang lebih jauh dengan kendaraan yang akan didahului agar kita dapat melihat kendaraan dari arah berlawanan, apakah kosong/aman atau tidak.
- Perhatikan lampu sein kanan kendaraan yang akan kita salip apakah menyala atau tidak, jika menyala biasanya belum aman untuk disalip atau menyalip. Apabila lampu sein kanan kendaraan besar tersebut mati dan situasi memungkinkan untuk menyalip lanjutkan dengan memastikan dari arah depan belakang kita pun tidak ada kendaraan yang akan menyalip serta menyalakan lampu dim maksimal 2 kali atau klakson 2 ketukan pendek untuk memberi tanda ke pengemudi truk/tangki/bus kita akan memulai menyalip.
- Saat menambah kecepatan ketika menyalip, jaga jarak dengan kendaraan yang kita salip, karena hembusan angin di tengah badan kendaraan besar cenderung menyedot ke kolong kendaraan.
- Saat akan selesai menyalip, pastikan jarak dengan kendaraan yang kita salip sudah jauh atau berikan jarak yang jauh dengan kendaraan yang sudah didahului untuk kembali ke jalur kiri.
- Saat menyalip kendaraan di depan, pengendara harus mengetahui waktu, area atau posisi yang aman, serta harus mengetahui juga apa yang dihindari, dilarang atau tidak boleh dilakukan. Diantaranya :
Waktu dan posisi yang tepat saat menyalip kendaraan didepan :
- Jalan yang lurus, bukan tikungan dan bukan persimpangan
- Marka jalan yang terputus-putus
- Tidak ada rambu dilarang menyalip
- Kondisi arah lawan kosong
- Kendaraan yang akan didahului sudah dipastikan mengetahui kita akan menyalip.
Yang harus dihindari saat menyalip kendaraan di depan :
- Tidak menyalip di persimpangan, jembatan menyempit, tempat penyeberangan Zebra Cross.
- Tidak memaksakan diri menyalip bila ada kendaraan dari arah depan atau jalur lawan.
- Tidak menyalakan lampu depan jarak jauh.
- Tidak membunyikan klakson yang berlebihan.
- Tidak mengikuti kendaraan yang sedang menyalip.




