Setelah sempat menghilang karena dominasi kategori pemula & open, pada akhir pekan kemarin kategori junior kembali muncul dalam event Grasstrack Open Cambora My One & Anniversary 5Th Sadulur Sajalur 4×4 yang berlangsung disirkuit Cambora Sumedang 28-29 Mei 2022.

Event hasil kerjasama IMI Korwil Sumedang & Pakusarakan Racing Comitee dihelat dalam rangka memperingati hari jadi Sumedang yang ke-444. Sebagai salah satu lumbung grasstracker Jabar, tidak heran jika sebanyak 300an starter bertarung disirkuit milik Iwan Hermawan ini, yang pastinya dengan pantauan langsung Asep Sena & Iwan selaku juri dari IMI Jabar.
Kategori junior sendiri merupakan kategori menengah atau bisa dikatakan persiapan bagi pemula untuk mampu bersaing dengan kerasnya kategori senior pada kejuaraan grasstrack. Sehingga saat para tracker muda ini naik level ke senior mereka tidak kaget & bisa ikut bersaing dengan pembalap yang lebih dulu ada di kategori senior.

Alasan lain tentu saja untuk merangsang bibit-bibit baru untuk ikut terjun & menunjukkan bakat mereka dikategori pemula, karen bukan rahasia umum banyak pembalap yang baru ikut balap sudah drop mental ketika mendengar nama-nama besar di kategori pemula yang belum masuk kategori senior.
“Melihat makin kurangnya minat bibit muda untuk turun di dunia grasstrack menjadi alasan kita membuka kembali kelas junior, tujuannya tentu saja untuk mengembalikan jenjang yang tepat serta memantapkan para tracker yang sudah lama di pemula namun mereka belum siap untuk naik level menjadi senior. Sehingga diharapkan hal ini mampu merangsang para pembalap baru,”jelas Yusep dari Pakusarakan Racing Commitee.

Seperti gayung bersambut, tidak kurang dari 17 starter terdaftar di kelas ini hingga memenuhi gridstart di 2 kelas junior yaitu bebek modif 4T 140cc Junior & FFA Junior. Persaingan pun terlihat lebih merata & makin menarik sehingga memberikan efek tegang bagi para penonton yang hadir.
Menanggapi antusias tersebut, Ratno Timur selaku legenda grastracker Jabar memberikan komentar “Kategori ini memang sudah seharusnya kembali dibuka, karena jenjang para pembalap ini harus jelas juga & saya sangat mengapresiasi para pembalap yang secara sadar untuk bertarung di kategori junior,” jelas Ratno yang juga salah satu pencetus ide dibuka kembali kelas junior. /Nuadjah




