Kandidat kuat juara dunia WSBK musim 2025, Toprak Razgatlioglu dan Nicolo Bulega harus legowo dengan keputusan bulat penyelenggara jika bahan bakar mereka harus dipangkas atau dikurangi saat menghadapi seri lanjutan di Sirkuit Assen, Bealnda, pekan ini.
Pembalap asal Turki dari kubu BMW maupun pembap asa Portugal dari kubu Ducati itu mendapat pengurangan bahan bakar, usai WSBK melihat aksi mereka yang begitu mendominasi di dua putaran awal, bahkan keduanya sama sama meraih hasil hattrick.
Keputusan World Superbike berupa pemangkasan batas aliran bahan bakar yang mereka gunakan dalam menghadapi laga ketiga di musim 2025 ini adalah pengurangan bahan bakar sebesar 0,5 kg/jam sesuai aturan yang tertuang dalam aturan WSBK.
Produsen dengan ambang kinerja -0,250 atau lebih rendah hingga -0,499 akan menerima pengurangan aliran bahan bakar tahap 1 untuk even berikutnya. Jadi, Ducati maupun BMW harus mengurangi konsumsi bahar bakar maksimum dari 47 kg/jam menjadi 45,5 kg/jam.
Ada dua langkah lagi pengurangan bahan bakar yang bisa dilakukan, yaitu mengurangi 1 kg/jam bagi produsen yang memiliki ambang batas kinerja antara -0,500 dan -0,799 serta langkah ketiganya adalah mengurangi bahan bakar dengan ambang batas kinerja -0,750 atau lebih rendah sebesar 1,5 kg/jam.
Keputusan untuk WSBK untuk Bulega maupun Razgatlioglu mutlak diterapkan di Assen Belanda pekan ini sebagai penyeimbang performa seluruh pembalap yang berlaga di pentas tersebut. Pemeriksaan berikutnya akan dilakukan official usai putaran WSBK di Cremona, Italia 3-5 Mei 2025 mendatang. /MS





